Politik

Soal Hoaks, Aktivis Milenial Sindir Politisi agar Tak Beri Contoh Buruk ke Rakyat

JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi mengingatkan kepada kaum milenial agar pandai-pandai memfilter dalam menanggapi sebuah informasi yang belum jelas nilai kebenarannya. Dia tak ingin jika generasi bangsa ini terjerumus pada jurang kesesatan hoaks di media sosial.

“Jangan sampai kita tergelincir karena kenakalan Jari kita dalam bersosmed,” tegas Bursah.

Hal itu mengemuka saat diskusi publik bertema “Aktivis Milenial Menangkal Hoaks Demi Terciptanya Pemilu 2019 yang Damai & Rukun” yang diinisiasi Jaringan Aktivis (JARAK) Indonesia di Gedung Joeang 45 Menteng, hari ini.

Bursah juga menegaskan bahwa jika suatu kebohongan terus menerus di sebar maka akan membangun image bahwa hal tersebut adalah sebuah kebenaran. Oleh sebab itu tugas kaum muda diingatkan agar bisa berperang menangkal peredaran berita bohong tersebut.

“Medan perang sudah beralih dari nyata menjadi perang digital. Sangat berbahaya jika kita tak mampu menguasai dan mengantisipasi hal tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bursah berpesan agar kaum muda bisa memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk mencapai era 2050. Jika kaum muda tidak aktif maka jangan salahkan jika nanti menjadi sampah tiada guna.

“Tingkatkan kapasitas SDM kita agar mampu bangkit secara ekonomi, jangan sampai ramalan Indonesia punah terjadi. Kita harus mampu menguasai perkembangan zaman terutama dalam hal teknologi,” tutur Bursah lagi.

Sementara itu, aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Donny Manurung mengemukakan bahwa hoaks adalah kejahatan yang sangat berbahaya. Maka itu, masyarakat diminta untuk ikut serta menghentikan penyebaran berita hoaks tersebut.

“Tapi celakanya politisi yang nota bene panutan masyarakat justru ikut terlibat dan terkadang turut serta dalam menyebarkan berita hoaks tersebut. Jangan beri contoh yang tidak benar ke rakyat,” sebutnya.

Politisi senior Akbar Tandjung mengharapkan agar generasi milenial turut aktif terlibat dalam proses demokrasi yang akan berjalan kedepan. “Generasi milenial harus bisa menjaga kemajemukan dan spirit dalam menjalankan demokrasi dengan turut serta dan terlibat langsung dalam meramaikan proses demokrasi yang berlangsung,” kata Akbar Tandjung.

Akbar Tandjung juga mengapresiasi respon cepat dan tanggap aparat Kepolisian yang mampu menjaga keutuhan bangsa dan mencegah berita hoaks yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Dia menuding ada pihak yang memanfaatkan situasi melalui kebohongannya agar jalan mereka tercapai.

“Pemuda harus bisa menggunakan akal dan pikirannya dengan baik dalam menilai apa yang ia terima,” ucapnya.

Lebih jauh, Akbar Tandjung menyayangkan fenomena hoaks yang masih menyasar Jokowi dengan tudingan anak PKI dan beraneka macam. “Jokowi pun tidak luput dari serangan hoaks tersebut,” pungkasnya.

Diakhir acara, dilanjutkan deklarasi dukungan terhadap paslon Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Most Popular

Babenya adalah baca berita nya dari beragam situs berita populer; akses cepat, ringan dan hemat kuota internet.

Portal Terpercaya.

Copyright © 2016 BaBenya.com.

To Top