Nasional

Megawati Bertemu Paus Fransiskus, Dr. Djumala : Membawa Misi Toleransi Pancasila

Jakarta – “Pertemuan Ibu Megawati dengan Paus Fransiskus di Vatikan bukan sekedar silaturahmi diplomatik biasa. Dalam perspektif kebijakan hubungan luar negeri Indonesia, pertemuan itu dapat dimaknai sebagai membawa misi strategis, yaitu mempromosikan nilai toleransi yang sudah menjadi living values (nilai yang hidup) di masyarakat Indonesia sebagai refleksi nilai utama Pancasila.”

Hal itu disampaikan oleh Dr. Darmansjah Djumala, SE, MA, Direktur Eksekutif Pusat Studi Pancasila (PSP), Universitas Pancasila, ketika dimintai komentarnya terkait kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ke Vatikan, 18 Desember 2023.

Dalam keterangan tertulisnya, Dr. Djumala, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Austria dan PBB di Wina, menegaskan bahwa dalam pergaulan internasional Indonesia sudah terlanjur dikenal sebagai negara mayoritas Muslim yang demokratis, toleran dan moderat, yang dapat menerima dan menghargai keberagaman. Justru dengan citra negara mayoritas Muslim yang demokratis, toleran, moderat dan hargai keberagaman itu Indonesia mendapat tempat istimewa dalam arus utama politik global (global political mainstream).

“Manakala ada mispersepsi Barat terhadap Islam yang dianggap anti-demokrasi – seperti ditunjukkan oleh negara-negara di kawasan Arab dan Timur Tengah yang dilanda konflik – Indonesia justru menunjukkan pada dunia bahwa Islam itu compatible, bersesuaian dengan dan dapat berjalan bergandengan tangan dengan Islam. Indonesia adalah role model sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tapi pada saat bersamaan menjunjung tinggi nilai demokrasi. Perpaduan nilai etika dan moral sesuai ajaran Islam serta nilai demokrasi itu melahirkan karakter bangsa yang toleran, moderat dan menghargai keberagaman.” jelasnya.

Lebih jauh Dr. Djumala mengatakan, ketika Megawati membahas isu toleransi dengan Paus Fransiskus sejatinya Megawati secara tidak langsung sedang mempromosikan nilai Pancasila. Dengan dianugerahkannya Memory of the World oleh UNESCO atas pidato Bung Karn0 di PBB pada 1960 tentang Pancasila (To Build the Wolrd Anew), masyarakat internasional paham bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai universal yang terefleksi dalam peradaban manusia di berbagai belahan dunia.

“Pancasila adalah ideologi perdamaian. Paham politik yang mempersatukan, bukan memisahkan manusia. Persatuan bangsa tak akan tercipta tanpa ada toleransi.” tegasnya.

Oleh karena itulah, lanjut Dr. Djumala, ketika bicara toleransi dengan Paus sejatinya Megawati sedang mempromosikan Pancasila yang mengandung nilai-nilai universal.

“Saya menduga Paus sepandangan dengan Megawati ketika membahas isu toleransi. Toleransi dan kerukunan umat beragama akan bermuara pada perdamaian dunia. Mungkin karena itu Paus menyatakan harapannya agar toleransi di Indonesia dapat terus dipertahankan”, tutup Dr. Djumala.

Most Popular

Babenya adalah baca berita nya dari beragam situs berita populer; akses cepat, ringan dan hemat kuota internet.

Portal Terpercaya.

Copyright © 2016 BaBenya.com.

To Top