Nasional

SDR : ICW Bisanya Nyinyir, Bukan Malah Mendukung Mars dan Hymne KPK

JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto angkat bicara atas celotehan Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mengkritik lagu Mars & Hymne KPK yang dibuat oleh Ardina Safitri, istri Ketua KPK Firli Bahuri.

Pasalnya, pembuatan lagu tersebut dicap hanya sekadar seremonial belaka dan tidak berdampak pada kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“ICW yang selama ini mengklaim sebagai LSM anti korupsi kok menjadi nyinyir terhadap kontribusi yang diberikan oleh seorang warga negara Indonesia untuk memperkuat KPK. Walaupun itu adalah istri dari Ketua KPK bukan berarti kehilangan hak untuk berkontribusi meskipun itu Mars dan Hymne,” tegas Hari Purwanto, hari ini.

Menurut Pengamat Politik SDR ini, memang watak komprador seperti ICW tidak akan pernah hilang karena hidup dari hibah asing karena kehabisan bahan hanya bisa nyinyir terhadap Mars dan Hymne KPK.

“Kalau saat ini era persiapan kemerdekaan Indonesia tentunya pembuatan bendera merah putih oleh ibu Fatmawati akan di nyinyir oleh Jepang dan Belanda maka ICW sama seperti penjajah di era menuju kemerdekaan,” jelasnya.

“ICW cuma bisa nyinyir sebagai komprador. Apa yang mereka berikan ke KPK, bangsa dan negara,” kata dia lagi.

Hari menyindir ICW hanya cuma numpang hidup dan memanfaatkan KPK untuk mendapatkan donor dan hibah. Ketika ada warga negara yang ingin terlibat dalam pemberantasan korupsi dengan membuat lagu yang bisa menguatkan semangat pegawai KPK untuk memberantas korupsi (spirit the corps) harus didukung.

“Harus didukung bukan dengan sinisme dan nyinyir,” pungkasnya.

Most Popular

Babenya adalah baca berita nya dari beragam situs berita populer; akses cepat, ringan dan hemat kuota internet.

Portal Terpercaya.

Copyright © 2016 BaBenya.com.

To Top