Nasional

Kedatangan Polisi di Kantor PDIP Solo Hanya Patroli Rutin Jelang Pemilu, Kapolresta : Tidak Ada Intervensi

Solo – Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi angkat bicara perihal adanya tudingan Polisi melakukan penggerudukan di kantor DPC PDIP Solo.

Kombes Iwan mengatakan bahwa itu merupakan patroli rutin jelang Pemilu 2024. Ia menegaskan tidak ada bentuk intimidasi terhadap kantor DPC PDIP Solo.

Ia memastikan bahwa pihak kepolisan bersifat netral di Pemilu 2024.

“Kalau patroli sudah kewajiban. Tidak hanya DPC PDIP, semua kantor kami sambangi tidak hanya kantor PDIP, kantor-kantor KPU, Bawaslu, partai-partai lain juga kami sambangi tidak ada yang berbeda dengan itu,” kata Iwan, hari ini.

Lebih lanjut, Iwan mengutarakan permohonan maaf kepada Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo bila merasa tidak berkenan dengan patroli tersebut.

“Kalau secara pribadi Beliau (Rudy) tidak berkenan ya saya sebagai Kapolresta saya mohon maaf. Tidak ada maksud apa pun, kami netral,” pungkas Iwan.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengonfirmasi ada sejumlah aparat kepolisian yang mendatangi kantor DPC PDIP Solo. Rudy menilai kedatangan kepolisian di kantor DPC PDIP Solo itu secara tidak wajar.

“Hal ini menurut saya hal yang tidak wajar karena apa pun yang dilakukan oleh aparatur negara termasuk TNI, Polri, ASN, kalau tidak ada kegiatan mampir di DPC itu kan hal yang nggak wajar,” kata Rudy saat ditemui di kediamannya di Pucang Sawit, Rabu (8/11).

Rudy menyebut ini merupakan pertama kalinya polisi berada di depan kantor DPC PDIP Solo. Menurutnya, ini membuat opini masyarakat bahwa pihak aparatur negara melakukan intervensi terhadap PDIP.

“Untuk itu saya sangat mengimbau dan berharap pada aparatur negara TNI, Polri, ASN ya bertindak netral. Saya selalu sampaikan bhabinkamtibmas tugasnya membantu polisi untuk keamanan dan ketertiban masyarakat di masing-masing kelurahan,” ucapnya.

Rudy juga menyebut kehadiran polisi itu bisa dinilai masyarakat sebagai bentuk intimidasi supaya orang takut datang ke kantor DPC PDIP Solo.

“Sehingga kalau DPC saja sudah didatangi polisi orang akan menilai ini adalah bentuk intervensi, intimidasi supaya orang takut ke DPC, itu kan sudah nggak benar. Entah itu maunya sendiri atau disuruh saya nggak tahu,” ucapnya.

“Tapi hal itu dinilai kader partai itu hal yang disayangkan. Karena dari dulu sampai sekarang DPC tidak pernah dilakukan hal seperti itu,” lanjutnya.

Mengenai kejadian itu, Rudy mengaku mengetahui adanya polisi di depan kantor DPC PDIP Solo dari kader. Ia juga telah diberitahu oleh DPP PDIP.

“Wong fotonya sudah beredar di Pusat, saya tahunya dari teman-teman Pusat. Kenapa PDIP didatangi polisi. Nek saya memberikan gambaran inilah bentuk intimidasi, dan intervensi pada parpol,” pungkasnya.

Most Popular

Babenya adalah baca berita nya dari beragam situs berita populer; akses cepat, ringan dan hemat kuota internet.

Portal Terpercaya.

Copyright © 2016 BaBenya.com.

To Top